(24-25 Oktober 2014)

Petualangan kami ke Luxemburg, negeri pelanduk di tengah gajah-gajah Eropa Barat, dimulai dari kota kecil nan imut bernama Vianden. Kota ini menyenangkan, walaupun secara kuantitas, tak banyak yang bisa dinikmati karena memang tak cukup luas. Namun apalah arti sebuah angka. Toh, di Vianden ada kastil yang gagah dan beberapa sudut kota yang menarik.

Kastil Vianden

Kastil Vianden, berselimut halimun 

DSC_0079

Lukisan Klasik di Dalam Kastil


Vianden

Salah satu sudut Vianden

Setelah sesi Vianden usai, kami melaju ke Luxembourg City, ibukota negara Luxemburg. Di kota yang lebih besar ini, tentu lebih banyak tempat yang menjadi tujuan para turis. Salah satu situs yang paling populer adalah sisa-sisa komplek benteng besar bernama Bock. Bekas prasarana pertahanan ini tentu vital pada masa kerajaan Luxemburg masih memiliki otoritas politik. Dan beberapa sudutnya masih mampu melukiskan kemegahan bangunan ini pada jamannya.

 Bock DSC_0179DSC_0202 DSC_0217

Komplek Bock 

Sebelum Bock, kami melewati istana Raja Luxemburg. Awalnya saya berpikir bahwa istana Luxemburg akan sangat menarik secara arsitektur. Namun, bayangan saya tentang istana nan megah rupanya tak terbukti. Istana, yang satu kompleks dengan gedung parlemen, nampak seperti tipikal gedung-gedung di Eropa Barat, dengan kata lain: tidak istimewa. Tetapi, rasanya tidak adil jika memberi nilai sebuah bangunan hanya dari luarannya saja, sebab pasti setiap bangunan memiliki value-nya sendiri.

DSC_0163

Istana dan Gedung Parlemen. Gardu biru di depan itu adalah tempat penjaga berdiri.

Selain bangunan-bangunan besar itu, di kota ini juga terdapat banyak patung yang cukup menarik. Diantaranya patung Duchess of Luxembourg dan Grand Duke Willem II. Juga ada patung emas “Gelle Fra”, yang dalam bahasa Inggris berarti Golden Woman, yang dibangun sebagai memorial untuk ribuan warga Luxemburg yang telah melakukan voluntary services selama Perang Dunia I.

DSC_0132

Duchess of Luxembourg

DSC_0236e

                       “Gelle Fra”, the Golden Woman                             

DSC_0153e

Grand Duke Willem II

Perjalanan ke Luxemburg terutama adalah tentang bangunan bersejarah dan figur-figur dari masa lampau. Namun demikian, Luxemburg sungguh tipikal negara Eropa Barat. Sulit untuk benar-benar mendapatkan sesuatu yang baru jika kita tinggal di Belanda sebelumnya, sebab memang mirip, kecuali soal ada bukit di Luxemburg mengingat betapa datarnya Belanda. Tetapi, ya boleh dicoba.

==========================