Johannesburg, 10 Juli 2010.

Pertandingan final Piala Dunia 2010 memasuki menit 61, Wesley Sneijder mengirim umpan brilian ke jantung pertahanan Spanyol, membelah Gerard Pique dan Joan Capdevila. Ada Arjen Robben di sana. Kalau ia mengontrol umpan itu dengan sempurna, maka ia tinggal berhadapan dengan kiper Spanyol. Tap. Tap.

Ia berhasil melakukannya.

Arjen lalu berlari rikat, seperti biasa. Joan Capdevila coba mengejar dari belakang. Tak terjangkau. Kaki Arjen sangat gesit. Ia tinggal satu-lawan-satu dengan kiper Spanyol. Arjen nampak tenang. Ia pasti akan mencetak skor, seperti yang telah biasa ia lakukan di Groningen, PSV Eindhoven, Chelsea FC, Real Madrid, dan FC Bayern. Belanda tinggal bertahan 30 menit lagi dan menjadi juara dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah sepakbola mereka. Harapan itu kini terbuka lebar. Kaki-kaki Arjen akan dicatat sejarah.

Milyaran mata menunggu apa yang akan Arjen lakukan. Ia bisa mengecoh Kiper Spanyol itu, atau menendang sekeras-kerasnya, atau melakukan plessing manis ke sudut-sudut yang tak terjangkau tangan penjaga gawang.

Namun, di hadapan Arjen adalah Iker Casillas. Penjaga gawang terbaik dunia. Kiper yang di depan namanya ditambahkan titel “San”, atau “Santo”, atau “Saint” dalam bahasa Inggris, atau “orang suci”, karena penyelamatan-penyelamatan ajaibnya. Tetapi Arjen juga bukan anak kemarin sore. Ia sudah sangat sering berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.

Arjen memutuskan untuk mengarahkan bola ke sudut kanan gawang San Iker. Orang suci itu terlanjur menjatuhkan badan ke arah kiri. Joan Capdevila masih mencoba menyentuh Arjen dari belakang. Namun upayanya terlambat. Duk! Arjen pun mengeksekusi peluangnya.

aryenmissed

Arjen gagal mencetak skor. Peluang yang di pertandingan-pertandingan biasa menjadi gol, kali ini tidak. Bola hasil tendangan Arjen menyenggol ujung kaki kanan San Iker, lalu melebar tipis dari gawang. Keajaiban kembali diciptakan San Iker. Pemain-pemain Spanyol menyelamati si orang suci yang baru saja menyelamatkan gawang mereka.

Arjen nampak kecewa. Tentu saja, ia baru saja gagal membawa Belanda unggul, dan pada akhirnya, kegagalannya turut menggagalkan ambisi tim nasional Belanda untuk menjadi juara Piala Dunia.

Empat tahun setelah kejadian itu, Arjen masih punya kesempatan untuk jadi pahlawan. Kali ini di tanah sepakbola, Brazil.

aryen

picture source:  1. http://www.dailymaverick.co.za/article/2010-07-12-spain-win-the-2010-world-cup-defend-soccers-honour-against-the-disgraceful-dutch/#.UtzwtPv-LIU ; 2. http://www.fifa.com